DPRD Kabupaten SukabumiDprd sukabumi

DPRD Sukabumi Apresiasi Pementasan Pulo Megalodon Jampang, Padukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Lingkungan

7
×

DPRD Sukabumi Apresiasi Pementasan Pulo Megalodon Jampang, Padukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Lingkungan

Sebarkan artikel ini

MEDIASATU.INFO – Dukungan terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari DPRD Kabupaten Sukabumi yang mengapresiasi pementasan teater bertajuk “Pulo Megalodon Jampang” yang digelar di kawasan Goa Cigintung, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade.

Pementasan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan kisah tentang keberadaan hiu purba Megalodon yang jejak fosilnya banyak ditemukan di wilayah Jampang. Pertunjukan ini tidak hanya menyajikan karya seni pertunjukan, tetapi juga mengangkat nilai edukasi sejarah dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkenalkan potensi sejarah daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Menurutnya, seni dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif yang mudah diterima oleh masyarakat.

“Melalui pementasan ini, masyarakat diajak mengenal kekayaan sejarah yang dimiliki Sukabumi Selatan sekaligus memahami pentingnya menjaga alam dan lingkungan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan fosil gigi hiu purba Megalodon yang ditemukan di kawasan Jampang merupakan aset berharga yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan wisata edukasi berbasis sejarah dan geologi di Kabupaten Sukabumi.

Selain menampilkan cerita tentang kehidupan laut purba, pertunjukan tersebut juga menyisipkan pesan mengenai pentingnya menjaga ekosistem dan kelestarian alam. Dengan latar Goa Cigintung yang alami, suasana pementasan dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton.

Dadang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku seni, masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk mengangkat potensi lokal agar lebih dikenal di tingkat regional maupun nasional.

“Potensi sejarah yang dimiliki Sukabumi harus menjadi kebanggaan bersama. Jika dikemas secara kreatif seperti ini, maka akan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, budaya hingga sektor pariwisata,” katanya.

Pementasan “Pulo Megalodon Jampang” menjadi salah satu contoh bagaimana sejarah lokal dapat dikemas melalui karya seni yang menarik. Selain menghibur, kegiatan tersebut juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah dan lingkungan untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *