BeritaKesehatan

Sorotan Program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi: Legislator Ingatkan Risiko Kesehatan Anak

6
×

Sorotan Program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi: Legislator Ingatkan Risiko Kesehatan Anak

Sebarkan artikel ini

MEDIASATU.INFO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari kebijakan publik untuk meningkatkan gizi anak-anak kembali mendapat sorotan di Kabupaten Sukabumi. Legislator DPR RI memperingatkan adanya potensi “bom waktu” yang bisa berdampak pada kesehatan anak jika sejumlah persoalan operasional tidak segera diselesaikan.

Menurut laporan mediasatu.info, sejumlah dapur penyedia makanan MBG di Sukabumi disebut masih belum memenuhi standar yang diharapkan, termasuk sertifikasi halal dan standar kebersihan yang layak. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan tokoh masyarakat mengenai keamanan makanan yang dikonsumsi anak didik. 

“Tantangan bukan hanya sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi memastikan bahwa menu tersebut aman secara kesehatan dan sesuai dengan standar yang berlaku,” tegas salah seorang legislator yang menyoroti program ini. 

Sorotan ini muncul di tengah dinamika pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Program nasional yang digulirkan pada awal tahun lalu mencakup ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Sukabumi, dengan tujuan jangka panjang menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak-anak. 

Namun, kasus dugaan masalah higienis dan keamanan pangan pernah terjadi di Sukabumi dan sejumlah wilayah lain, dengan laporan ratusan pelajar mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri dan jamur di beberapa sampel, yang diduga terkait dengan proses penyimpanan dan pengolahan yang belum optimal. 

Isu sertifikasi dan standar keamanan juga menjadi fokus pengawasan. Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya sempat menutup sementara puluhan dapur MBG yang tidak memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi. Upaya perbaikan termasuk pelatihan tenaga dapur hingga penetapan tenaga ahli kesehatan lingkungan di setiap dapur MBG pun sedang dijalankan guna memperkuat implementasi program. 

Orang tua siswa berharap instansi terkait segera menyelesaikan kekurangan ini agar kepercayaan terhadap program MBG bisa kembali terjaga, terutama pada aspek keamanan pangan dan jaminan halalnya makanan, sehingga tujuan utama program ini benar-benar dirasakan oleh keluarga dan anak-anak penerima manfaat.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *